YOGYA (KRjogja.com) - SMK Negeri 5 Yogyakarta kembali mengadakan Job and Education Fair atau pameran bursa kerja dan pendidikan di aula sekolah, Selasa-Rabu (24-25/4/2018). Pameran diikuti 10 perusahaan lokal dan nasional serta 10 perguruan tinggi di DIY. Targetnya, selain siswa SMK 5 juga masyarakat umum.

Perusahaan yang ikut pameran antara lain GKM Print, PT Amarta Mikro Fintek, PT Bioindustri, PT Komotrando, PT Sukses Mandiri Utama, PT Casalini Natura Indonesia dan ABC Toys. Sedangkan perguruan tinggi di antaranya Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Universitas Janabadra, Stipram, Universitas Alma Atta, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dan IST Akprind. Agar pameran bertambah meriah digelar panggung kesenian.

Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 5 Yogya Drs Hermansyah mengatakan, Job & Education Fair bertujuan memberi gambaran siswa tentang perusahaan-perusahaan yang ingin dituju setelah lulus sekolah. Selain itu memberi informasi detail perguruan tinggi, bagi siswa yang ingin melanjutkan studi. 

"Data sekolah mencatat, sebanyak 30℅ lulusan kami melanjutkan studi. Tahun ini ada 11 siswa yang diterima kuliah di perguruan tinggi negeri lewat jalur SNMPTN lalu. Jadi sekolah tidak hanya memfasilitasi siswa yang ingin langsung bekerja, namun juga siswa yang ingin melanjutkan kuliah," terang Hermansyah kepada wartawan disela pembukaan pameran, Selasa (24/4/2018). Adapun jurusan yang ada di SMKN 5 Yogya yaitu Animasi, Desain Komunikasi Visual, Desain dan Produksi Kriya Kayu, Desain dan Produksi Kriya Tekstil, Desain dan Produksi Kriya Logam, Desain dan Produksi Kriya Kulit dan Desain dan Produksi Kriya Keramik.

Pengawas SMK Kota Yogyakarta Drs Paryoto mengapresiasi sekolah yang telah berinisiasi menggelar pameran. Menurutnya, banyaknya siswa SMK yang diterima di perguruan tinggi, membuktikan bahwa siswa SMK mampu bersaing dengan siswa SMA. Sedangkan bagi siswa yang ingin langsung bekerja, sekolah harus membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Caranya dengan terus menjalin komunikasi dengan dunia industri, kompetensi apa yang saat ini paling dibutuhkan.

"Komunikasi perlu dijalin saat siswa melakukan praktik industri. Pihak sekolah harus aktif menanyakan kepada pembimbing industri. Jangan sampai praktik industri yang dilakukan siswa tidak mengembangkan potensi yang dimiliki siswa," katanya. (Dev)

Sumber : http://krjogja.com/web/news/read/64291/SMKN_5_Yogya_Gelar_Job_Education_Fair